Perbandingan Tarif Listrik Prabayar dan Pascabayar PLN 2010

Penasaran dengan listrik prabayar (LPB). Dari pengalaman teman-teman yang menggunakan, LPB cukup nyaman penggunaannya.

Memang ada kesulitannya, yaitu kadang server PLN untuk memproses isi ulang pulsa (voucher token PLN) pelanggan kadang offline berhari-hari, sungguh menyeramkan. Mudah-mudahan saat ini sudah tidak kejadian lagi. Pembelian pulsanya sendiri bisa lewat ATM Bukopin dan Mandiri, dan mungkin ada bank lain juga, bisa juga lewat agen-agen pembayaran / penjualan pulsa yang banyak di perumahan-perumahan.

Perbandingan tarifnya mengacu ke Peraturan menteri ESDM No. 7 Tahun 2010, sbb:


Dari sisi tarif, LPB untuk pelanggan dengan daya dibawah 1300 VA tidak dikenakan blok tarif, sementara di versi pascabayarnya ada blok tarif yang memungkinkan tagihan lebih murah jika penggunaan terkendali di blok tarif terendah. Untuk pelanggan dengan daya 1300 VA keatas tarif Listrik Prabayar dengan Pascabayar sama saja.

body, div, table, thead, tbody, tfoot, tr, th, td, p { font-family: “Arial”; font-size: x-small; }

Gol/Tarif Batas Daya Regular Prabayar
VA Biaya Beban Biaya Pemakaian (Rp/kWh)
R-1/TR 1300 RM* 790 790
R-1/TR 2200 RM* 795 795

RM* = 40 (jam nyala) x Daya Tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian.

Sepertinya sama saja. Tapi tidak tahu juga aktual dilapangan bagaimana, tolong infokan kalau ada yang tahu.

Cara menggunakan Listrik Prabayar :

  • Membeli voucher token di loket penjualan. Nomor serial meter harus sesuai dengan identitas pelanggan agar token kWh bisa digunakan.
  • Pelanggan mendapatkan 20 digit di struk pembelian token untuk diinputkan melalui keypad yang ada di meter prabayar dan akan terlihat di display meter.
  • Meter prabayar akan mengecek dan jika nomor token valid, layar meter menunjukkan nilai kWh sesuai yang dibeli. Listrik pun bisa digunakan.
  • Kontrol selalu pemakaian dan nilai kredit kWh di meter prabayar. Jika sisa di bawah 20 kWh, lampu peringatan (LED) berubah merah atau muncul suara peringatan (buzzer) dari meter prabayar.
  • Jika sisa kWh habis, listrik otomatis padam. Untuk menghidupkannya, input 20 digit nomor token baru.

Satu hal lagi, LPB tidak pake abonemen, jadi cocok juga untuk kos-kosan atau rumah kontrakan, tidak perlu bayar abonemen jika lagi tidak dipakai/tidak ada penghuninya.

Ditulis dalam Sehari-hari. 5 Komentar »

5 Tanggapan ke “Perbandingan Tarif Listrik Prabayar dan Pascabayar PLN 2010”

  1. fitri Says:

    mau tanya donk,,
    batas maksimum daya yang bisa di remove dari pascabayar ke prabayar adalah 5.500 ya?
    artinya jika lebih dari itu belum bisa gunakan yang prabayar??

    • quantan Says:

      Baca saja di peraturan menteri ESDM di tulisan diatas bu (klik saja gambarnya untuk memperbesar). yang saya pahami, secara teori semuanya ada versi prabayarnya. implementasinya di lapangan entahlah.

      Yang membedakan untuk 1300 VA keatas, pake prabayar dan pascabayar gak ada bedanya karena tidak ada lagi blok tarif jika ada penghematan penggunaan listrik.

  2. sulistiyanto Says:

    THANK FOR YOUR INFOMATION

  3. andry lesmana Says:

    untuk tarip lebih mahalan, prabyar / prabayar mas ?

    • quantan Says:

      Sudah jelas tertulis taripnya di tulisan diatas, mas, daya 1300 VA dan 2200 VA tarifnya sama antara prabayar dan pascabayar. Ini kondisi dengan peraturan menteri ESDM No. 7 Tahun 2010.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.